![]() |
| sumber: Istimewa |
Permasalahan selanjutnya yang muncul lebih krusial lagi. makhluk yang bernama "bekerja" ini menghabiskan energy seharian, dan bahkan menghabiskan waktu. Waktu berinvestasi dalam hidup pun ikut dipakai demi pekerjaan ini. Mungkin beberapa orang menjadikan pekerjaannya adalah investasi hidup bisa berbeda ceritanya. Tulisan ini aku dedikasikan untuk seorang teman yang ntah mengapa merasa harus berinvestasi dalam hidupnya.
Kira-kira beberapa bulan lalu ntah dari mana idenya Ia ingin belajar. belajar dengan aku dimana aku menjadi gurunya. ya bagi pembaca mungkin ini adalah pelajaran yang sepele yaitu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Tetapi bagi aku ini bukan hal sepele. Jika materinya sih mungkin dianggap sepele ya "cuma Bahasa Inggris", tapi ada sesuatu yang hebat di situ yaitu niatnya untuk belajar hal sepele. Aku mengakui butuh semangat tempur yang konsisten. Butuh tekad yang bulat seperti lingkaran sempurna untuk memulai ini. Akhirnya terjadilah, aku mengajarkan bahasa Inggris dan dia menjadi teman yang aku ajarkan. Sebagai catatan dia bukan murid karena aku gak buka perguruan silat hahaha....
Minggu-minggu ini pun sepertinya masih hari awal untuk belajar dimana semangat belajar masih ada dan tekad belum babak belur dihantam rasa bosan. Hari pertama belajar mengucapkan kata dalam Bahasa Inggris masih malu, kemudian hari kedua mulai berani mengucapaknnya namun harus ada yang ditingkatkan. Pertemuan ketika sudah menyadari beberapa pengucapan yang salah. Pertemuan kelima menyadari bahwa ada kata-kata yang selalu diulangi kesalahan selanjutnya dan insyaallah ada perkembangan selanjutnya.
Belajar itu proses, setuju? ya proses untuk menjadi lebih baik dan kunci utama dari belajar adalah kesabaran. Gak ada anak burung yang langsung bisa terbang setelah menetas begitu juga belajar. Tantangan kamu selanjutnya dalam belajar bukanlah kesulitan dari materi belajar tetapi munculnya raa jenuh. Yang paling susah adalah munculnya perasaan "kok tidak ada kemajuan" dalam proses belajar itu. tapi yakinlah itu adalah ilusi yang menggrogoti semangat. bisa jadi terasa tidak ada kemajuan tetapi bukan tidak ada namun berjalan lambat. Sehinga butuh kesabaran yang ekstra.
Selanjutnya belajar sendiri dan menghilangkan rasa malu saat belajar adalah hal penting. Ketika ada seseorang yang menertawai kamu ketika salah maka saat itu kamu lebih bijaksana dari dia karena tidak mungkin seseorang yang belajar tidak salah. Dan kesalahan bukanlah dosa dalam belajar. Kesalahan itu ibarat garam dalam belajar jadi tetap semangat. Jadi teringat pernah seorang teman update status wa yang isinya tentang wawancara wartawan dan CEO sukses yang isinya begini.
w = wartawan
c = ceo
w: How can you succed?
c: Two words
w: What are they?
c: Right decision
w: How to make a right decision?
c: one word
w: What is this?
c: Experience
w: How do you get that?
c: Two Words
w: And, what's those?
c: WRONG DECISION
Ya jadi lebih kurang begitulah. Jangan takut buat salah selama belajar dan jangan ragu untuk terus, terus, terus dan terus memperbaiki kesalahan. karena bisa jadi jika kamu tidak salah maka artinya "you got nothing", kamu gak dapat apa-apa dalam belajar. Belajar itu berat, belajar itu pengalaman, belajar itu sakit, belajar itu gak enak.
Belajar itu siksaan, tapi yang harus benar-benar kamu camkan adalah.
KETIKA KAMU MERASAKAN HASIL BELAJAR KAMU MAKA KAMU AKAN LUPA PAHITNYA KETIKA BELAJAR
Aku doakan semoga cita-cita tahun akhir tahun 2018 bisa fasih berbahasa Inggris baik membaca, berbicara dan menulis. dan Harus musti kudu berkomitmen istiqomah dalam belajar. Tapi mungkin ada pertanyaan "ngapai ngajarin orang gak dibayar" hahaha. Kamu tahu
"I have got something bigger than fee, and it precious thing in life"

Komentar
Posting Komentar