Langsung ke konten utama

Selamat Kawan, Kamu Menempuh Jalan Ini: Sebuah Gibahan

sumber: Istimewa
Bekerja yang menjadi tulang punggung aktivitas kita setelah beranjak melewati umur 25. Seakan akan bekerja itu adalah aktivitas menyenangkan yang harus dikerjakan hingga kita melupakan waktu. Ah... menurutku itu hanya untuk orang orang tertentu saja yang menjadikan hobinya atau passion-nya sebagai peluang untuk mendapatkan penghasilan. Sungguh sangat disayangkan tidak banyak orang beruntung seperti itu. Kebanyakan dari kita bekerja karena terpaksa untuk memenuhi nafkah.

Permasalahan selanjutnya yang muncul lebih krusial lagi. makhluk yang bernama "bekerja" ini menghabiskan energy seharian, dan bahkan menghabiskan waktu. Waktu berinvestasi dalam hidup pun ikut dipakai demi pekerjaan ini. Mungkin beberapa orang menjadikan pekerjaannya adalah investasi hidup bisa berbeda ceritanya. Tulisan ini aku dedikasikan untuk seorang teman yang ntah mengapa merasa harus berinvestasi dalam hidupnya.

Kira-kira beberapa bulan lalu ntah dari mana idenya Ia ingin belajar. belajar dengan aku dimana aku menjadi gurunya. ya bagi pembaca mungkin ini adalah pelajaran yang sepele yaitu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Tetapi bagi aku ini bukan hal sepele. Jika materinya sih mungkin dianggap sepele ya "cuma Bahasa Inggris", tapi ada sesuatu yang hebat di situ yaitu niatnya untuk belajar hal sepele. Aku mengakui butuh semangat tempur yang konsisten. Butuh tekad yang bulat seperti lingkaran sempurna untuk memulai ini. Akhirnya terjadilah, aku mengajarkan bahasa Inggris dan dia menjadi teman yang aku ajarkan. Sebagai catatan dia bukan murid karena aku gak buka perguruan silat hahaha....

Minggu-minggu ini pun sepertinya masih hari awal untuk belajar dimana semangat belajar masih ada dan tekad belum babak belur dihantam rasa bosan. Hari pertama belajar mengucapkan kata dalam Bahasa Inggris masih malu, kemudian hari kedua mulai berani mengucapaknnya namun harus ada yang ditingkatkan. Pertemuan ketika sudah menyadari beberapa pengucapan yang salah. Pertemuan kelima menyadari bahwa ada kata-kata yang selalu diulangi kesalahan selanjutnya dan insyaallah ada perkembangan selanjutnya.

Belajar itu proses, setuju? ya proses untuk menjadi lebih baik dan kunci utama dari belajar adalah kesabaran. Gak ada anak burung yang langsung bisa terbang setelah menetas begitu juga belajar. Tantangan kamu selanjutnya dalam belajar bukanlah kesulitan dari materi belajar tetapi munculnya raa jenuh. Yang paling susah adalah munculnya perasaan "kok tidak ada kemajuan" dalam proses belajar itu. tapi yakinlah itu adalah ilusi yang menggrogoti semangat. bisa jadi terasa tidak ada kemajuan tetapi bukan tidak ada namun berjalan lambat. Sehinga butuh kesabaran yang ekstra.

Selanjutnya belajar sendiri dan menghilangkan rasa malu saat belajar adalah hal penting. Ketika ada seseorang yang menertawai kamu ketika salah maka saat itu kamu lebih bijaksana dari dia karena tidak mungkin seseorang yang belajar tidak salah. Dan kesalahan bukanlah dosa dalam belajar. Kesalahan itu ibarat garam dalam belajar jadi tetap semangat. Jadi teringat pernah seorang teman update status wa yang isinya tentang wawancara wartawan dan CEO sukses yang isinya begini.
w = wartawan
c = ceo

w: How can you succed?
c: Two words

w: What are they?
c: Right decision

w: How to make a right decision?
c: one word

w: What is this?
c: Experience

w: How do you get that?
c: Two Words

w: And, what's those?
c: WRONG DECISION

Ya jadi lebih kurang begitulah. Jangan takut buat salah selama belajar dan jangan ragu untuk terus, terus, terus dan terus memperbaiki kesalahan. karena bisa jadi jika kamu tidak salah maka artinya "you got nothing", kamu gak dapat apa-apa dalam belajar. Belajar itu berat, belajar itu pengalaman, belajar itu sakit, belajar itu gak enak. 

Belajar itu siksaan, tapi yang harus benar-benar kamu camkan adalah. 

KETIKA KAMU MERASAKAN HASIL BELAJAR KAMU MAKA KAMU AKAN LUPA PAHITNYA KETIKA BELAJAR

Aku doakan semoga cita-cita tahun akhir tahun 2018 bisa fasih berbahasa Inggris baik membaca, berbicara dan menulis. dan Harus musti kudu berkomitmen istiqomah dalam belajar. Tapi mungkin ada pertanyaan "ngapai ngajarin orang gak dibayar" hahaha. Kamu tahu  

"I have got something bigger than fee, and it precious thing in life"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Ayah untuk Anak

Copyright Muhammad Ansyari Tantawi , 2019 Ayah adalah sosok pemimpin yang selalu dirindukan kehadirannya oleh anak. Kharisma, nasihat, dan tutur katanya menjadi contoh bagi anak. Sayangnya tidak semua ayah diperhatikan dan diperlakukan seperti itu oleh anak, karena hanya ayah yang berkomitmen untuk menjadi ayah yang baik yang akan mendapatkan perlakuan tersebut. Oleh karena itu penting memahami tugas ayah untuk anak. Buku Best Father Ever  yang ditulis oleh Miarti Yoga (2015) secara ringkas menjelaskan kembali tugas seorang ayah bagi anak dalam beberapa poin yaitu: Kebutuhan biologis anak , Ayah bertugas, wajib memperhatikan kebutuhan biologis anak seperti memastikan terpenuhinya kebutuhan gizinya, kebutuhan pakaiannya hingga kebutuhan peralatan sekolahnya. Kenyamanan dan rasa aman,  tugas ayah dalam keluarga adalah memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi keluarga. Ayah bukanlah orang yang ditakuti sehingga menciptakan rasa gelisah, risih bahkan takut. Kehadiran aya...

Bertahan Hidup

Bertahan hidup merupakan naluri semua makhluk hidup kecuali makhluk hidup yang bernama "putus asa". Setiap makhluk pasti dan harus bertahan hidup untuk menghindari kematiannya sendiri. Anehnya bertahan hidup ini pula yang menjadikan makhluk lain mempertaruhkan hidupnya. Agak berlawanan memang antara ingin tetap hidup dengan cara mempertaruhkan hidup. setidaknya kita dapat mengerti mengapa bertahan hidup dan kematian itu seperti dua buah sisi yang berada di uang koin. Kematian itu adalah hal yang pasti. seperti rezeki yang pasti datangnya maka kematian juga pasti datangnya. Rezeki itu datangnya tidak terduga-duga, tanpa pandang bulu. Kematian pun datangnya tidak terduga-duga, tidak pandang bulu dan tanpa belas kasihan.Umur tua bukanlah jaminan semakin dekatnya kematian. Umur muda juga tidak bisa menjadi jaminan bahwa kematian itu masih jauh. Setiap  dari kita didampingi oleh rezeki kita dan kematian. Kematian ini secara naluriah selalu dihindari oleh makhluk hidup dengan ...

Update Status: Anda Baik? Anda Pintar? Yakin?

Media sosial ibarat sebuah ember besar yang menampung jutaan air liur manusia. Menjijikan bukan? ya begitulah media sosial masa kini dimana tempat adu domba antara media masa berlakon dan tempat para politisi memaki diri mereka sendiri. pada tulisan ini mungkin saya tidak akan membahas bagaimana politisi memaki diri mereka sendiri di media sosial atau bagaimana media massa memanfaatkan media sosial sebagai cari perhatian dari masyarakat melainkan saya mencoba bercerita bagaimana kita mengungkap intelektualitas kita dengan media sosial. ya... Intelektual adalah kata yang mungkin asing dibaca maka akan saya gunakan kata kepintaran. saya sering melihat bahwa banyak sekali manusia-manusia yang memperbaharui dinding Facebook dan kicau mereka di twitter. ya... tidak dapat dipungkiri pula bahwa ada manfaat yang diperoleh namun juga hal-hal lucu. bagaimana tidak lucu kebanyakan yang menuliskan statusnya seakan-akan merasa bahwa ketika Ia menulis status tersebut maka pembacanya akan berpersep...