Langsung ke konten utama

Tugas Ayah untuk Anak

Copyright Muhammad Ansyari Tantawi , 2019
Ayah adalah sosok pemimpin yang selalu dirindukan kehadirannya oleh anak. Kharisma, nasihat, dan tutur katanya menjadi contoh bagi anak. Sayangnya tidak semua ayah diperhatikan dan diperlakukan seperti itu oleh anak, karena hanya ayah yang berkomitmen untuk menjadi ayah yang baik yang akan mendapatkan perlakuan tersebut. Oleh karena itu penting memahami tugas ayah untuk anak. Buku Best Father Ever yang ditulis oleh Miarti Yoga (2015) secara ringkas menjelaskan kembali tugas seorang ayah bagi anak dalam beberapa poin yaitu:


Kebutuhan biologis anak, Ayah bertugas, wajib memperhatikan kebutuhan biologis anak seperti memastikan terpenuhinya kebutuhan gizinya, kebutuhan pakaiannya hingga kebutuhan peralatan sekolahnya.

Kenyamanan dan rasa aman, tugas ayah dalam keluarga adalah memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi keluarga. Ayah bukanlah orang yang ditakuti sehingga menciptakan rasa gelisah, risih bahkan takut. Kehadiran ayah dirumah adalah kehadiran yang paling ditunggu bukan kehadiran yang paling ditakuti karena teror kemarahan berlebih sang ayah atau ketidakpedulian ayah karena beban kerja di tempat kerja.

Tempat curhat paling aman, tentu kita pernah melihat anak jarang sekali berbicara hal pribadi kepada ayah, karena ayah menganggap hanya ibu yang bisa menyelesaikan masalah anak. Tentu hal ini tidak sepenuhnya benar, salah satu tugas ayah adalah menjadi tempat curhat karena ayah adalah sosok terkuat di keluarga sehingga dengan curhat anak anda melepas setengah bebannya. Curhat ini menjadi indikator seberapa dekat hubungan anak dengan ayah.

Analisis minat anak, Ayah adalah sosok awal yang memiliki pemikiran paling logis di keluarga sehingga ayah harus mau memperhatikan minat anak dan tentunya mendukung minat anak yang positif serta membuka diskusi dua arah dengan anak apabila ayah menganggap minat anak masih "ngambang'.

Apresiasi, tugas ayah yang dianggap sepele adalah memberikan acungan jempol kepada prestasi anak. Padahal acungan jempol ini akan membuat anak merasa diperhatikan, dihargai dan dianggap memberikan kebahagiaan bagi keluarga. Ayah harus berhati - hati atas hal sepele ini karena jika tidak pernah dilakukan maka motivasi untuk berprestasi dan apresiasi anak pada ayah perlahan akan memudar.

Bertanya, Pertanyaan ayah kepada anak tentang kesehariannya adalah pertanyaan yang paling ditunggu sehingga anak bisa curhat dengan ayahnya.

Fasilitator, Ayah adalah fasilitator paling keren bagi anak. Bukan selalu materi, mendampingi sang anak pada momen - momen tertentu akan menjadi hal terindah bagi anak karena anak akan merasa aman.

Rekreasi, Rekreasi adalah tugas ayah yang paling sering dilakukan tetapi biasanya frekuensinya sedikit. rekreasi ini menjadi mediasi menumbuhkan rasa cinta antara anak dan keluarga.

dan hal yang paling penting adalah luangkan waktu ayah untuk anak. Tugas ayah dan bahkan tugas harian ayah adalah meluangkan waktu untuk anak meskipun sekedar menemaninya bercerita, bermain hingga berberes mainan anak bersama.
Tentunya semua hal tersebut terlihat mudah dilakukan karena kegiatannya tidak perlu biaya yang mahal. Permasalahan yang mungkin dihadapi adalah komitmen untuk tetap melakukannya karena orang dewasa terkadang terlalu fokus dengan tekanan yang ia hadapi seperti beban kerja. Ayah yuk liat anak kita karena memberikan perhatian untuk anak bukan hanya tugas ayah tetapi sikap sederhana lelaki untuk menjadi ayah. Masih banyak lelaki yang memiliki anak tidak menjadi ayah karena alasan sibuk.

Anda bisa membaca lebih banyak informasi hal ini pada bukunya Miarti Yoga yang berjudul Best Father Ever yang diterbitkan oleh Tiga Serangkai tahun 2015. Atau dapatkan di perpustakaan terdekat sekitar anda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bertahan Hidup

Bertahan hidup merupakan naluri semua makhluk hidup kecuali makhluk hidup yang bernama "putus asa". Setiap makhluk pasti dan harus bertahan hidup untuk menghindari kematiannya sendiri. Anehnya bertahan hidup ini pula yang menjadikan makhluk lain mempertaruhkan hidupnya. Agak berlawanan memang antara ingin tetap hidup dengan cara mempertaruhkan hidup. setidaknya kita dapat mengerti mengapa bertahan hidup dan kematian itu seperti dua buah sisi yang berada di uang koin. Kematian itu adalah hal yang pasti. seperti rezeki yang pasti datangnya maka kematian juga pasti datangnya. Rezeki itu datangnya tidak terduga-duga, tanpa pandang bulu. Kematian pun datangnya tidak terduga-duga, tidak pandang bulu dan tanpa belas kasihan.Umur tua bukanlah jaminan semakin dekatnya kematian. Umur muda juga tidak bisa menjadi jaminan bahwa kematian itu masih jauh. Setiap  dari kita didampingi oleh rezeki kita dan kematian. Kematian ini secara naluriah selalu dihindari oleh makhluk hidup dengan ...

Update Status: Anda Baik? Anda Pintar? Yakin?

Media sosial ibarat sebuah ember besar yang menampung jutaan air liur manusia. Menjijikan bukan? ya begitulah media sosial masa kini dimana tempat adu domba antara media masa berlakon dan tempat para politisi memaki diri mereka sendiri. pada tulisan ini mungkin saya tidak akan membahas bagaimana politisi memaki diri mereka sendiri di media sosial atau bagaimana media massa memanfaatkan media sosial sebagai cari perhatian dari masyarakat melainkan saya mencoba bercerita bagaimana kita mengungkap intelektualitas kita dengan media sosial. ya... Intelektual adalah kata yang mungkin asing dibaca maka akan saya gunakan kata kepintaran. saya sering melihat bahwa banyak sekali manusia-manusia yang memperbaharui dinding Facebook dan kicau mereka di twitter. ya... tidak dapat dipungkiri pula bahwa ada manfaat yang diperoleh namun juga hal-hal lucu. bagaimana tidak lucu kebanyakan yang menuliskan statusnya seakan-akan merasa bahwa ketika Ia menulis status tersebut maka pembacanya akan berpersep...