Langsung ke konten utama

Bertahan Hidup


Bertahan hidup merupakan naluri semua makhluk hidup kecuali makhluk hidup yang bernama "putus asa". Setiap makhluk pasti dan harus bertahan hidup untuk menghindari kematiannya sendiri. Anehnya bertahan hidup ini pula yang menjadikan makhluk lain mempertaruhkan hidupnya. Agak berlawanan memang antara ingin tetap hidup dengan cara mempertaruhkan hidup. setidaknya kita dapat mengerti mengapa bertahan hidup dan kematian itu seperti dua buah sisi yang berada di uang koin.

Kematian itu adalah hal yang pasti. seperti rezeki yang pasti datangnya maka kematian juga pasti datangnya. Rezeki itu datangnya tidak terduga-duga, tanpa pandang bulu. Kematian pun datangnya tidak terduga-duga, tidak pandang bulu dan tanpa belas kasihan.Umur tua bukanlah jaminan semakin dekatnya kematian. Umur muda juga tidak bisa menjadi jaminan bahwa kematian itu masih jauh. Setiap  dari kita didampingi oleh rezeki kita dan kematian.

Kematian ini secara naluriah selalu dihindari oleh makhluk hidup dengan bertahan hidup. beberapa makhluk hidup juga harus mengundang kematian makhluk hidup lainnya untuk kebertahanan hidup. ya... ini hukum alam dan seleksi alam. Sebagai manusia jelas kita punya naluri ini "bertahan hidup". bertahan hidup dari segala hal yang mengundang kematian seperti kelaparan, kejahatan, dan kemiskinan.

Manusia juga menambah nilai kebertahanan hidupnya dengan harga diri. dimana setiap dari individu manusia ingin dihormati, ingin eksistensinya dirasakan manusia lain dan diperlakukan sepantasnya. dan ternyata bagi manusia harga diri adalah nafasnya bertahan hidup karena jika harga dirinya dilukai maka dia akan mengundang kematian untuk orang yang melukai harga dirinya. ada juga manusia yang kotoran dari cara bertahan hidupnya adalah harga dirinya sendiri. ya mereka yang bertahan hidup dengan cara yang haram.

Sebagai manusia kita tidak hanya berusaha bertahan hidup, namun kita harus memahami cara bertahan hidup yang elegan, tanpa menyakiti manusia lain dan dengan harga diri. Sejatinya harga diri seorang manusia itu tidak terletak pada pekerjaan halal apa yang dia kerjakan, tidak terletak juga pada penampilannya. Harga diri manusia itu  terletak pada cara elegan dan halal yang Ia lakukan ketika hidup untuk bertahan hidup dan cara manusia itu untuk menebus kesalahan-kesalahan hidupnya. sehingga konsep bertahan hidup bukanlah konsep mutlak yang harus dicapai (harus hidup dengan cara apapun), tetapi bagaimana kita bertahan hidup juga merupakan sebuah cara untuk bertahan hidup.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Ayah untuk Anak

Copyright Muhammad Ansyari Tantawi , 2019 Ayah adalah sosok pemimpin yang selalu dirindukan kehadirannya oleh anak. Kharisma, nasihat, dan tutur katanya menjadi contoh bagi anak. Sayangnya tidak semua ayah diperhatikan dan diperlakukan seperti itu oleh anak, karena hanya ayah yang berkomitmen untuk menjadi ayah yang baik yang akan mendapatkan perlakuan tersebut. Oleh karena itu penting memahami tugas ayah untuk anak. Buku Best Father Ever  yang ditulis oleh Miarti Yoga (2015) secara ringkas menjelaskan kembali tugas seorang ayah bagi anak dalam beberapa poin yaitu: Kebutuhan biologis anak , Ayah bertugas, wajib memperhatikan kebutuhan biologis anak seperti memastikan terpenuhinya kebutuhan gizinya, kebutuhan pakaiannya hingga kebutuhan peralatan sekolahnya. Kenyamanan dan rasa aman,  tugas ayah dalam keluarga adalah memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi keluarga. Ayah bukanlah orang yang ditakuti sehingga menciptakan rasa gelisah, risih bahkan takut. Kehadiran aya...

Update Status: Anda Baik? Anda Pintar? Yakin?

Media sosial ibarat sebuah ember besar yang menampung jutaan air liur manusia. Menjijikan bukan? ya begitulah media sosial masa kini dimana tempat adu domba antara media masa berlakon dan tempat para politisi memaki diri mereka sendiri. pada tulisan ini mungkin saya tidak akan membahas bagaimana politisi memaki diri mereka sendiri di media sosial atau bagaimana media massa memanfaatkan media sosial sebagai cari perhatian dari masyarakat melainkan saya mencoba bercerita bagaimana kita mengungkap intelektualitas kita dengan media sosial. ya... Intelektual adalah kata yang mungkin asing dibaca maka akan saya gunakan kata kepintaran. saya sering melihat bahwa banyak sekali manusia-manusia yang memperbaharui dinding Facebook dan kicau mereka di twitter. ya... tidak dapat dipungkiri pula bahwa ada manfaat yang diperoleh namun juga hal-hal lucu. bagaimana tidak lucu kebanyakan yang menuliskan statusnya seakan-akan merasa bahwa ketika Ia menulis status tersebut maka pembacanya akan berpersep...