Langsung ke konten utama

Yakin Kamu Bukan Mayat Hidup? Coba Buktikan!

Sumber gambar (www.playbuzz.com)
Hari ini cerah, semua tugas sudah diselesaikan, semua pekerjaan untuk hari ini telah direncanakan dengan matang dan kita akan memulai pekerjaan dengan semangat dan akan berharap besok masih seperti hari ini.

Lebih kurang begitulah harapan kita setiap harinya. Yakin bisa seperti itu? ketika sekolah (SMP) dulu saya mencoba untuk tidak pernah bolos karena apa? karena ingin membuat nilai sempurna satu semester tanpa absen dan hal tersebut terjadi dan saya pun bahagia. Berbeda halnya ketika SMA ada saat dimana tubuh ini masih sehat namun mental dan semangat sudah hancur lebur sehingga saya malas sekolah dan ingin menyendiri untuk mengumpulkan semangat.

Saya tidak tahu apakah sobat pernah merasakan hal demikian. Setelah saya kuliah dan berkomunikasi dengan teman-teman hal tersebut dinamakan dengan istilah DEMOTIVASI. Wew... istilah baru. Selain itu, ada hal hal yang membuat kita bekerja atau beraktivitas namun tidak jelas tujuan aktivitas ini apa. seperti zombie di atas.

contoh

"Budi bekerja sebagaimana pegawai biasa bekerja. Prestasinya bagus saja hidupnya sederhana tidak kekurangan dan tidak berlebihan, namun Ia tidak bahagia karena merasa bahwa hidupnya monotone dan tidak ada perubahan sama sekali".

"Roni bekerja sama seperti Budi dengan prestasi dibawah Budi, namun Ia bahagia dan hasil pekerjaannya luar biasa".

Apa yang membedakan dua orang tersebut? berikut saya jelaskan.

Manusia ketika melakukan sesuatu, tanpa Ia sadari Ia akan berpikir "untuk apa saya melakukan ini" nah... tujuan ini biasanya terbagi dua yaitu:

1. tujuan ideal
2. tujuan manusiawi

contoh

Seorang guru bekerja mendidik anak muridnya jelas memiliki tujuan untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini yang disebut dengan tujuan ideal. Saya yakin dalam hati guru tersebut juga beralasan bekerja untuk mendapatkan uang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini yang disebut dengan tujuan manusiawi.

Setelah memahami hal tersebut maka saya akan menjelaskan apa yang dimaksud dengan MAYAT HIDUP. Kita menjadi MAYAT HIDUP ketika bekerja hanya demi tujuan manusiawi tanpa cita-cita.

"jangan munafiklah bang, abang juga kerja karena uang".

Loh memang, tetapi meskipun bekerja karena uang kita mampu bekerja lebih dari kemampuan kita misalnya, saya disuruh buat proposal. bisa saja buat proposal kelas anak kuliahan yang secukupnya dan sudah memenuhi syarat cukup. Tetapi ini hidup bro... do the best. Saya bekerja karena uang dengan tujuan menafkahi keluarga. Namun saya juga mencintai pekerjaan saya sehingga saya memberikan lebih untuk pekerjaan saya sehingga saya harus memberikan hasil yang bernilai profesional untuk pekerjaan.

Jika kita bekerja tanpa ambisi dan bayangan cita-cita saya yakin karir kita mentok, gampang dapat safe zone, prestasi minimal, karena dalam pikiran kita yang penting makan cukup, gaji cukup.

Ketika SMA saya memperhatikan guru kimia saya, mengapa si Ibu begitu ambisius dan serius mendidik muridnya sampai muridnya pandai pada mata pelajarannya. Bukankah gajinya sudah cukup dan kewajibannya telah terlaksana. Mengapa Ia memberikan lebih dan memang benar-benar menjadi orang tua kedua?

Ya... karena beliau bukan Mayat Hidup yang bekerja demi gaji semata. Dibalik menyelesaikan tanggung jawabnya, ada mental ingin menjadi yang terbaik dan melakukan yang terbaik (cita-cita), ada keinginan bahwa anak kandungnya juga harus dididik oleh guru yang lebih hebat dari dia, bagaimana mendapatkan guru yang lebih hebat itu? dengan mendidik kami yang akan menjadi guru pada masa anaknya menempuh pendidikan nanti. Artinya ia melakukan yang terbaik karena ada cita-cita dan angan beserta mimpi yang harus dicapai.

Sekarang jika anda bekerja hanya dan memang untuk mendapatkan uang, maka lebih baik berhenti bekerja. Karena prestasi kerja pasti minimal. Tidak ada perusahaan yang akan mempertahankan pegawainya yang loyal, dan pegawai yang loyal itu bukan mayat hidup (bekerja hanya dan hanya untuk gaji).

Sumber gambar ilustrasi (foto.galihsatria.com)
"Saya susah mas, pedagang kecil berdagang hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja"

lah... memang pak. dibalik memenuhi kebutuhan sehari-hari saya yakin terlintas di benak bapak ingin menafkahi keluarga dengan cara yang baik. itulah mimpi bapak sehingga bapak bukan mayat hidup. Pedagang itu lebih bekerja keras sehingga saya rasa, saya rasa ya bisa saja saya salah. kriteria mayat hidup tidak ada pada pedagang. Jika pun ada maka dagangannya tidak berkembang.

Apakah kita Mayat Hidup? jika iya... ayo semangat.., buat cita-cita ^_^

Semoga bermanfaat...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Ayah untuk Anak

Copyright Muhammad Ansyari Tantawi , 2019 Ayah adalah sosok pemimpin yang selalu dirindukan kehadirannya oleh anak. Kharisma, nasihat, dan tutur katanya menjadi contoh bagi anak. Sayangnya tidak semua ayah diperhatikan dan diperlakukan seperti itu oleh anak, karena hanya ayah yang berkomitmen untuk menjadi ayah yang baik yang akan mendapatkan perlakuan tersebut. Oleh karena itu penting memahami tugas ayah untuk anak. Buku Best Father Ever  yang ditulis oleh Miarti Yoga (2015) secara ringkas menjelaskan kembali tugas seorang ayah bagi anak dalam beberapa poin yaitu: Kebutuhan biologis anak , Ayah bertugas, wajib memperhatikan kebutuhan biologis anak seperti memastikan terpenuhinya kebutuhan gizinya, kebutuhan pakaiannya hingga kebutuhan peralatan sekolahnya. Kenyamanan dan rasa aman,  tugas ayah dalam keluarga adalah memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi keluarga. Ayah bukanlah orang yang ditakuti sehingga menciptakan rasa gelisah, risih bahkan takut. Kehadiran aya...

Bertahan Hidup

Bertahan hidup merupakan naluri semua makhluk hidup kecuali makhluk hidup yang bernama "putus asa". Setiap makhluk pasti dan harus bertahan hidup untuk menghindari kematiannya sendiri. Anehnya bertahan hidup ini pula yang menjadikan makhluk lain mempertaruhkan hidupnya. Agak berlawanan memang antara ingin tetap hidup dengan cara mempertaruhkan hidup. setidaknya kita dapat mengerti mengapa bertahan hidup dan kematian itu seperti dua buah sisi yang berada di uang koin. Kematian itu adalah hal yang pasti. seperti rezeki yang pasti datangnya maka kematian juga pasti datangnya. Rezeki itu datangnya tidak terduga-duga, tanpa pandang bulu. Kematian pun datangnya tidak terduga-duga, tidak pandang bulu dan tanpa belas kasihan.Umur tua bukanlah jaminan semakin dekatnya kematian. Umur muda juga tidak bisa menjadi jaminan bahwa kematian itu masih jauh. Setiap  dari kita didampingi oleh rezeki kita dan kematian. Kematian ini secara naluriah selalu dihindari oleh makhluk hidup dengan ...

Update Status: Anda Baik? Anda Pintar? Yakin?

Media sosial ibarat sebuah ember besar yang menampung jutaan air liur manusia. Menjijikan bukan? ya begitulah media sosial masa kini dimana tempat adu domba antara media masa berlakon dan tempat para politisi memaki diri mereka sendiri. pada tulisan ini mungkin saya tidak akan membahas bagaimana politisi memaki diri mereka sendiri di media sosial atau bagaimana media massa memanfaatkan media sosial sebagai cari perhatian dari masyarakat melainkan saya mencoba bercerita bagaimana kita mengungkap intelektualitas kita dengan media sosial. ya... Intelektual adalah kata yang mungkin asing dibaca maka akan saya gunakan kata kepintaran. saya sering melihat bahwa banyak sekali manusia-manusia yang memperbaharui dinding Facebook dan kicau mereka di twitter. ya... tidak dapat dipungkiri pula bahwa ada manfaat yang diperoleh namun juga hal-hal lucu. bagaimana tidak lucu kebanyakan yang menuliskan statusnya seakan-akan merasa bahwa ketika Ia menulis status tersebut maka pembacanya akan berpersep...