Tujuan hidup adalah sebuah konsep yang akan sangat sulit untuk disadari oleh mereka yang baru menginjak kedewasaan. Pertanyaan "tujuanku hidup apa?" dan "aku hidup untuk apa?" sebenarnya telah jelas terjawab dalam sisi religius. Tetapi ada yang kurang, jika kita hanya mengetahui jawabannya namun tidak dapat memberikan usaha terbaik kita untuk tujuan yang kita harapkan. Terkadang untuk mencapai tujuan tersebut terlalu banyak pertimbangan yang harus dipertimbangkan sampai mendapatkan sebuah keputusan yang win-win solution. Hal ini terkait dengan mau kemana diri ini dan apa yang ingin dicapai.
![]() |
| Tujuan itu seperti titik yang akan menjadi awal sebuah kalimat ketika kalimat lain berhenti |
Hal yang paling sulit menurut saya dalam mencapai sebuah tujuan adalah pertimbangan berbagai sisi misalnya ketika ingin kuliah melanjutkan studi ke tempat yang jauh terpaksa harus mengorbankan. ibu yang sendirian di kampung -yang mencari nafkahnya sendiri dan tidak dapat dibantu ketika kuliah- ini hal paling berat untuk dipikirkan karena jelas bahwa setiap kegiatan itu harus mendapat restu orang tua, begitu pemikiran saya. Selain itu yang saya merasa kita harus bertaruh terhadap pekerjaan yang tidak pasti didapatkan karena harus meninggalkan pekerjaan untuk kuliah. Apalagi setelah memilih untuk kuliah melanjutkan studi harus menunda nikah. ah... masalahnya menjadi rumit.
Memang terkadang secara pribadi saya merasa iri kepada mereka-mereka yang memiliki prestasi bagus, ahli dalam bidangnya dan dapat melanjutkan kuliahnya. Terkadang rasa iri itu menjadi benci jika melihat mereka berlagak sombong. entahlah... yang saya takutkan ketika kita ingin kuliah lagi tujuan kita itu salah. kenapa? karena jelas kuliah itu untuk menuntut ilmu. Ilmu yang didapatkan untuk masyarakat agar kehidupan masyarakat lebih baik. Sejujurnya dalam hati ini akan ada rasa tinggi hati karena gelar bertambah, kuliah di kampus bergengsi dan kita merasa pintar. Perasaan-perasaan itulah yang ingin saya hilangkan dari dalam diri agar tujuan kuliah ke luar negeri itu menjadi ibadah bagi diri dan bermanfaat untuk umat manusia. Artinya gelar bukanlah esensi dari kuliah tersebut tetapi apa yang dilakukan setelah kuliah harus terlihat dan bermanfaat bagi masyarakat.
Maunya bagaimana? jadi kuliah?tuntutannya banyak loh. pengorbanannya juga banyak.
Entahlah seperti berjalan lurus dalam kegelapan tidak tahu mau kemana tetapi saya yakin akan sampai tujuannya.

Komentar
Posting Komentar