Langsung ke konten utama

Destiny? Kemana?

Tujuan hidup adalah sebuah konsep yang akan sangat sulit untuk disadari oleh mereka yang baru menginjak kedewasaan. Pertanyaan "tujuanku hidup apa?" dan "aku hidup untuk apa?" sebenarnya telah jelas terjawab dalam sisi religius. Tetapi ada yang kurang, jika kita hanya mengetahui jawabannya namun tidak dapat memberikan usaha terbaik kita untuk tujuan yang kita harapkan. Terkadang untuk mencapai tujuan tersebut terlalu banyak pertimbangan yang harus dipertimbangkan sampai mendapatkan sebuah keputusan yang win-win solution. Hal ini terkait dengan mau kemana diri ini dan apa yang ingin dicapai.

Tujuan itu seperti titik
yang akan menjadi awal sebuah kalimat ketika kalimat lain berhenti
Hal yang paling sulit menurut saya dalam mencapai sebuah tujuan adalah pertimbangan berbagai sisi misalnya ketika ingin kuliah melanjutkan studi ke tempat yang jauh terpaksa harus mengorbankan. ibu yang sendirian di kampung -yang mencari nafkahnya sendiri dan tidak dapat dibantu ketika kuliah- ini hal paling berat untuk dipikirkan karena jelas bahwa setiap kegiatan itu harus mendapat restu orang tua, begitu pemikiran saya. Selain itu yang saya merasa kita harus bertaruh terhadap pekerjaan yang tidak pasti didapatkan karena harus meninggalkan pekerjaan untuk kuliah. Apalagi setelah memilih untuk kuliah melanjutkan studi harus menunda nikah. ah... masalahnya menjadi rumit.

Memang terkadang secara pribadi saya merasa iri kepada mereka-mereka yang memiliki prestasi bagus, ahli dalam bidangnya dan dapat melanjutkan kuliahnya. Terkadang rasa iri itu menjadi benci jika melihat mereka berlagak sombong. entahlah... yang saya takutkan ketika kita ingin kuliah lagi tujuan kita itu salah. kenapa? karena jelas kuliah itu untuk menuntut ilmu. Ilmu yang didapatkan untuk masyarakat agar kehidupan masyarakat lebih baik. Sejujurnya dalam hati ini akan ada rasa tinggi hati karena gelar bertambah, kuliah di kampus bergengsi dan kita merasa pintar. Perasaan-perasaan itulah yang ingin saya hilangkan dari dalam diri agar tujuan kuliah ke luar negeri itu menjadi ibadah bagi diri dan bermanfaat untuk umat manusia. Artinya gelar bukanlah esensi dari kuliah tersebut tetapi apa yang dilakukan setelah kuliah harus terlihat dan bermanfaat bagi masyarakat.

Maunya bagaimana? jadi kuliah?tuntutannya banyak loh. pengorbanannya juga banyak.
Entahlah seperti berjalan lurus dalam kegelapan tidak tahu mau kemana tetapi saya yakin akan sampai tujuannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Ayah untuk Anak

Copyright Muhammad Ansyari Tantawi , 2019 Ayah adalah sosok pemimpin yang selalu dirindukan kehadirannya oleh anak. Kharisma, nasihat, dan tutur katanya menjadi contoh bagi anak. Sayangnya tidak semua ayah diperhatikan dan diperlakukan seperti itu oleh anak, karena hanya ayah yang berkomitmen untuk menjadi ayah yang baik yang akan mendapatkan perlakuan tersebut. Oleh karena itu penting memahami tugas ayah untuk anak. Buku Best Father Ever  yang ditulis oleh Miarti Yoga (2015) secara ringkas menjelaskan kembali tugas seorang ayah bagi anak dalam beberapa poin yaitu: Kebutuhan biologis anak , Ayah bertugas, wajib memperhatikan kebutuhan biologis anak seperti memastikan terpenuhinya kebutuhan gizinya, kebutuhan pakaiannya hingga kebutuhan peralatan sekolahnya. Kenyamanan dan rasa aman,  tugas ayah dalam keluarga adalah memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi keluarga. Ayah bukanlah orang yang ditakuti sehingga menciptakan rasa gelisah, risih bahkan takut. Kehadiran aya...

Bertahan Hidup

Bertahan hidup merupakan naluri semua makhluk hidup kecuali makhluk hidup yang bernama "putus asa". Setiap makhluk pasti dan harus bertahan hidup untuk menghindari kematiannya sendiri. Anehnya bertahan hidup ini pula yang menjadikan makhluk lain mempertaruhkan hidupnya. Agak berlawanan memang antara ingin tetap hidup dengan cara mempertaruhkan hidup. setidaknya kita dapat mengerti mengapa bertahan hidup dan kematian itu seperti dua buah sisi yang berada di uang koin. Kematian itu adalah hal yang pasti. seperti rezeki yang pasti datangnya maka kematian juga pasti datangnya. Rezeki itu datangnya tidak terduga-duga, tanpa pandang bulu. Kematian pun datangnya tidak terduga-duga, tidak pandang bulu dan tanpa belas kasihan.Umur tua bukanlah jaminan semakin dekatnya kematian. Umur muda juga tidak bisa menjadi jaminan bahwa kematian itu masih jauh. Setiap  dari kita didampingi oleh rezeki kita dan kematian. Kematian ini secara naluriah selalu dihindari oleh makhluk hidup dengan ...

Update Status: Anda Baik? Anda Pintar? Yakin?

Media sosial ibarat sebuah ember besar yang menampung jutaan air liur manusia. Menjijikan bukan? ya begitulah media sosial masa kini dimana tempat adu domba antara media masa berlakon dan tempat para politisi memaki diri mereka sendiri. pada tulisan ini mungkin saya tidak akan membahas bagaimana politisi memaki diri mereka sendiri di media sosial atau bagaimana media massa memanfaatkan media sosial sebagai cari perhatian dari masyarakat melainkan saya mencoba bercerita bagaimana kita mengungkap intelektualitas kita dengan media sosial. ya... Intelektual adalah kata yang mungkin asing dibaca maka akan saya gunakan kata kepintaran. saya sering melihat bahwa banyak sekali manusia-manusia yang memperbaharui dinding Facebook dan kicau mereka di twitter. ya... tidak dapat dipungkiri pula bahwa ada manfaat yang diperoleh namun juga hal-hal lucu. bagaimana tidak lucu kebanyakan yang menuliskan statusnya seakan-akan merasa bahwa ketika Ia menulis status tersebut maka pembacanya akan berpersep...