Ketika kita bekerja di kantor, atau belajar di sekolah maupun kampus kita pasti memiliki peluang untuk stres.jika sudah stres maka konsentrasi buyar, kepala senut-senutan dan kualitas kerja pun menurun. Memang pekerjaan atau pelajaran menuntut kita untuk selalu benar, teliti, sesuai dengan aturan yang berlaku. Kalau serius mudah membuat anda stres maka ujung-ujungnya motivasi kerja berkurang, belajar jadi malas dan semua target tidak tercapai. Jadi bagaimana? Keseriusan memang sangat dibutuhkan dalam melakukan hal-hal yang menuntut konsentrasi tinggi namun keseriusan sebenarnya tidak menuntut kita untuk stres. Stres sendiri datang ketika kita sudah melakukan pekerjaan dan belajar dengan serius tetapi kita tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Hal tersebut selalu berulang dalam waktu yang singkat. Pengulangan hal-hal seperti ini akan membuat kita depresi dan akhirnya stres.
![]() |
| Air dingin menciptakan rasa santai diantara kesibukan |
Keseriusan tidak menciptakan stres, tetapi kegagalan berulang dalam waktu singkat pekerjaan yang membuat kita stres. Cobalah untuk serius dan santai. Serius mengerjakan sesuatu dengan strategi untuk mengatur ritme konsentrasi. Banyak cara untuk melakukan hal ini. Misalnya mengerjakan pekerjaan yang mudah terlebih dahulu kemudian pekerjaan yang sulit. Tetapi kita harus bisa membedakan mana pekerjaan yang sulit dan mana pekerjaan yang rumit namun mudah. Apa pekerjaan yang rumit membutuhkan energi ekstra tetapi mudah? Sebenarnya banyak contohnya tetapi akan saya beri satu contoh mudah. Menulis misalnya, menulis itu mudah, tetapi banyak yang mengatakan itu sulit. Padahal hanya diminta untuk menulis tentang apa saja baik dialog dengan orang lain atau mengarang bebas. Menulis dalam hal ini tidak perlu sesuai dengan EYD karena hanya menulis. Menulis juga sebenarnya tidak menuntut kita untuk memeriksa kembali tulisan kita karena kita penulis bukan editor. Tetapi menulis ini rumit mengapa? Karena harus mengetik tombol jika menggunakan komputer dan harus menggunakan energi ekstra untuk menggerakkan pena. Menulis rumit karena harus berpikir apa yang harus ditulis. Tetapi faktanya menulis itu mudah dan semua orang tanpa sadar melakukan kegiatan menulis.
Sedangkan hal sulit adalah hal yang kita tidak dapat menyelesaikannya misalnya memecahkan soal kalkulus dalam matematik, dsb. Jika kita membiarkan hal sulit yang kita tidak mampu memecahkannya tetap menjadi beban dan pikiran kita, maka bersiaplah kita akan stres dan depresi cobalah untuk sharing dan bertanya kepada rekan kerja atau orang yang cukup ahli di bidangnya maka permasalahan rumit tersebut tidak akan memicu stres yang dapat menghambat aktivitas dan menurunkan kebugaran kita.
Santai dalam pekerjaan yang serius adalah kita dapat konstentrasi penuh dari awal bekerja sampai selesai tentunya dengan istirahat ditengah pekerjaan. Serius tetapi santai bukanlah mengerjakan sesuatu hal secara serius kemudian bersantai sejenak. Konsentrasi yang sering diiringi istirahat santai sejenak justru akan membuat seseorang malas untuk memulai kembali pekerjaannya apalagi ketika mengambil istirahat santai disaat terbentur hal rumit maka pekerjaan kita seperti batu yang susah diangkat. Ketika kita mulai merasa konsentrasi akan membuat penat coba berhenti kira-kira 20 detik dari pekerjaan dan lihat aktivitas teman-teman sekeliling dan mulailah kembali. Hal ini akan menjaga ritme konsentrasi tetap full namun tidak mencapai titik stres. Dan satu hal lagi lakukanlah semua pekerjaan dengan sabar dan ikhlas jangan anggap pekerjaan itu beban berkatalah pada diri anda “saya memilih melakukan ini” bukan “saya harus melakukan ini” karena ketika anda memilih maka anda melakukannya karena anda memilih melakukannya. Jika “saya harus melakukannya” maka anda akan merasa anda melakukan pekerjaan anda karena anda diwajibkan atasan atau perusahaan untuk kerja sehingga pekerjaan anda menjadi beban. Cobalah.

Komentar
Posting Komentar