Langsung ke konten utama

Postingan

Bertahan Hidup

Bertahan hidup merupakan naluri semua makhluk hidup kecuali makhluk hidup yang bernama "putus asa". Setiap makhluk pasti dan harus bertahan hidup untuk menghindari kematiannya sendiri. Anehnya bertahan hidup ini pula yang menjadikan makhluk lain mempertaruhkan hidupnya. Agak berlawanan memang antara ingin tetap hidup dengan cara mempertaruhkan hidup. setidaknya kita dapat mengerti mengapa bertahan hidup dan kematian itu seperti dua buah sisi yang berada di uang koin. Kematian itu adalah hal yang pasti. seperti rezeki yang pasti datangnya maka kematian juga pasti datangnya. Rezeki itu datangnya tidak terduga-duga, tanpa pandang bulu. Kematian pun datangnya tidak terduga-duga, tidak pandang bulu dan tanpa belas kasihan.Umur tua bukanlah jaminan semakin dekatnya kematian. Umur muda juga tidak bisa menjadi jaminan bahwa kematian itu masih jauh. Setiap  dari kita didampingi oleh rezeki kita dan kematian. Kematian ini secara naluriah selalu dihindari oleh makhluk hidup dengan ...

Menatap Langit, Menantang Matahari

Menatap langit itu serasa seperti terbang melayang Tanpa memandang tanah yang disandari. Seakan-akan kita menjadi "penduduk langit" yang hidup dengan tenteram, damai dan tidak perlu memikirkan berbagai masalah kehidupan. Aku pernah menatap langit dan ingin menjadi "penduduk langit". Ambisi menjadi "penduduk langit" adalah ambisi yang dibumbui semangat dan tentu diejawantahkan dalam bentuk usaha. Belajar, menabung, dan menjaga semangat agar tidak redup adalah usaha - usaha rutin yang selalu dilaksanakan. Ya aku ingin menjadi "penduduk langit" Hm... Aku menganggap menjadi "penduduk langit" adalah hak semua orang yang berusaha mencapainya. Ternyata aku salah. Untuk menjadi "penduduk langit" aku harus menantang matahari yang dikawal oleh para bintang yang siap dan dengan senang hati membunuhku. Sedangkan aku hanya penduduk bumi yang sendiri. Sendiri dalam visi dan tersendiri dalam bermisi.  Menatap kangit adalah sebua...

Sukses itu...

SUKSES ITU.... Ketika jalan pulang dari perpustakaan UI ke rumah. Jalanan yang sepi membuat saya berpikir apa tujuan hidup yang ingin diraih? apakah cita-cita? harta? jodoh? atau kebahagiaan. ya memang semuanya ingin diraih dan dibuatkan targetnya, namun terkadang kemampuan diri membatasi apa yang ingin kita raih. Saya ingin sukses... Berhubung sukses itu kata sifat yang menjelaskan sesuatu maka sukses harus didefinisikan jelas, akurat dan terukur sehingga target, waktu dan pencapaian merupakan sesuatu yang mampu kita capai. Saya memperhatikan terkadang kita tidak dapat mengukur diri. kita ingin keluar negeri namun toefl tidak pernah diperbaiki. kita ingin kuliah lagi namun malas mencari beasiswa jadi kita ini mengharap keajaiban yang ajaibnya tidak akan pernah datang. Saya percaya tidak ada kebetulan di dunia ini. jika ada sesuatu yang baik dan tidak terduga-duga saya yakin itu ada sebabnya. Saya pernah membaca buku yang penulisnya mengatakan ketika kau memberi jamuan ...

You Got Nothing

1250 jam dengan 1050 games, masih membuat seseorang tidak bisa berpikir dan berusaha untuk mengubah keadaan. Banyak pertanyaan yang muncul ketika dalam kondisi terdesak dan tertekan. Apakah yang harus dilakukan sedangkan semua sumber daya sudah digunakan atau memang sejak awal ini pilihan yang salah? Setiap game memang tidak selalu dalam kondisi yang sama. Terkadang ada satu tim yang memang solid dimana setiap orang memegang perannya dengan baik. seorang frontliner memang berani mati maju kedepan sebagai inisiator, sedangkan backliner selalu sedia menjadi back up dan support . Masalah akan muncul jika peran tersebut terganggu dimana seorang backliner terpaksa menjadi frontliner sedangkan kondisi itu akan memberikan risiko fatal jika gagal, yaitu turunnya networth. ada lagi satu game yang baru dimainkan. Rumornya game ini adalah salah satu game paling sulit. entah mengapa rasanya langkah awal memang dirasa sulit namun sudah terbiasa. strategi standar untuk lawan yang lemah adala...

Yakin Kamu Bukan Mayat Hidup? Coba Buktikan!

Sumber gambar (www.playbuzz.com) Hari ini cerah, semua tugas sudah diselesaikan, semua pekerjaan untuk hari ini telah direncanakan dengan matang dan kita akan memulai pekerjaan dengan semangat dan akan berharap besok masih seperti hari ini. Lebih kurang begitulah harapan kita setiap harinya. Yakin bisa seperti itu? ketika sekolah (SMP) dulu saya mencoba untuk tidak pernah bolos karena apa? karena ingin membuat nilai sempurna satu semester tanpa absen dan hal tersebut terjadi dan saya pun bahagia. Berbeda halnya ketika SMA ada saat dimana tubuh ini masih sehat namun mental dan semangat sudah hancur lebur sehingga saya malas sekolah dan ingin menyendiri untuk mengumpulkan semangat. Saya tidak tahu apakah sobat pernah merasakan hal demikian. Setelah saya kuliah dan berkomunikasi dengan teman-teman hal tersebut dinamakan dengan istilah DEMOTIVASI. Wew... istilah baru. Selain itu, ada hal hal yang membuat kita bekerja atau beraktivitas namun tidak jelas tujuan aktivitas ini apa. sep...

Aku Lelah Cari Duit Bang! Mati Aja Sana! Hihihi

Seorang tenaga perpustakaan menyelesaikan pengolahan buku di BAPD Aceh Aku lelah cari duit... Teman, sejujurnya ketika pertama kali memasuki dunia kerja  saya pernah merasakan hal yang sama. Merasa bosan dengan pekerjaan yang sepertinya terus melakukan hal yang berulang atau merasa kok tidak bertambah harta yang kita miliki. Kerja di kantor atau sebuah lembaga memang dapat membutakan "mata" mengapa? Menurut saya ketika kita bekerja di kantor, kita merasa bahwa diri ini telah bekerja keras. Duduk berjam-jam di depan komputer membuat laporan, proposal, dan sebagainya. Ketika waktu pulang kerja, kita merasa kitalah manusia yang paling keras kerjanya dan merasa sangat lelah. Teman-teman, bapak, ibu dan undangan yang saya hormati, Emang lagi pidato om? hihihi.... saya menyadari sikap seperti ini muncul karena kita kurang mensyukuri apa yang kita dapatkan. eits... mensyukuri atau mnyukuri?. Ini kota besar dimana kita yang tidak pernah datang kemari akan berpikir semua yang...

Update Status: Anda Baik? Anda Pintar? Yakin?

Media sosial ibarat sebuah ember besar yang menampung jutaan air liur manusia. Menjijikan bukan? ya begitulah media sosial masa kini dimana tempat adu domba antara media masa berlakon dan tempat para politisi memaki diri mereka sendiri. pada tulisan ini mungkin saya tidak akan membahas bagaimana politisi memaki diri mereka sendiri di media sosial atau bagaimana media massa memanfaatkan media sosial sebagai cari perhatian dari masyarakat melainkan saya mencoba bercerita bagaimana kita mengungkap intelektualitas kita dengan media sosial. ya... Intelektual adalah kata yang mungkin asing dibaca maka akan saya gunakan kata kepintaran. saya sering melihat bahwa banyak sekali manusia-manusia yang memperbaharui dinding Facebook dan kicau mereka di twitter. ya... tidak dapat dipungkiri pula bahwa ada manfaat yang diperoleh namun juga hal-hal lucu. bagaimana tidak lucu kebanyakan yang menuliskan statusnya seakan-akan merasa bahwa ketika Ia menulis status tersebut maka pembacanya akan berpersep...